Sabtu, 17 Mei 2014

[Fanfict] Aku VS Kost Part-1


Entar, gue sendiri bingung
kenapa gue post gambar ini


  Halo Sobat Readers!

  Setelah sekian lama gak upload cerita lain selain Zano & Kawanan, akhirnya gue memutuskan untuk menulis cerita lain.

Kali ini gue menulis sebuah fanfict JKT48 atas hasutan dan permintaan dari teman (Adit). Jadi terimakasih untuk yang sudah menghasut gue untuk menulis. Kalian luar biasa!

Gue harus ngingetin, fanfict ini diangkat dari kisah yang tidak nyata dan hanya sekedar untuk hiburan semata. Memang ada beberapa hal yang bisa dianggap diangkat dari kenyataan tapi tetap, cerita ini hanyalah sebuah fiksi belaka untuk hiburan. Sebelum ada yang tanya kenapa fanfict ini berjudul "Aku VS Kost", jawabannya simple; gue gak tau mau beri nama judul apaan...

Ringkasannya?
Di sebuah kost yang dihuni oleh makhluk astral damai, hiduplah seorang pria yang akrab dipanggil Adit. Karena seisi kost adalah laki-laki, maka tidak heran sisi kost menjadi gempar ketika seorang perempuan bernama Viny datang.

Oke, tanpa berlama-lama, ini dia. Happy reading lah... Semoga saja kalian terhibur. 



*************
Aku VS Kost : Pertarungan Melawan Seisi Kost
Part-1
Viny Namaku




  Dahulu kala, ada sebuah ras alien yang tinggal di bawah permukaan Bumi semenjak awal Bumi tercipta sampai sekarang. Mereka hanya menunggu hingga waktu yang tepat untuk mereka muncul ke permukaan dan merebut sumber daya yang ada.

Sekelompok orang secara tidak sengaja telah membuka jalan untuk alien ini pergi ke permukaan. Demi keselamatan umat manusia, mereka harus bertarung mati-matian untuk menutup kembali jalan yang tak sengaja mereka buka.

Tentu saja, kita tidak akan membahas kelanjutannya karena itu adalah naskah untuk cerita lain.

  Kisah yang akan kita bahas dimulai di sebuah kost yang (sangat) berisik dan berantakan seperti kapal pecah. Seorang laki-laki yang akrab dipanggil Adit sedang duduk di depan mejanya dengan laptop yang sedang terbuka dan hidup.

 
Kalau digambarkan secara kasar,
kira-kira beginilah penampakan kost tersebut
Seluruh pandangan dan hatinya tertuju pada laptop miliknya itu. Dia sedang melihat-lihat apakah ada pekerjaan baru yang bisa ia dapatkan sebagai translator dokumen. Namun sepertinya hari ini belum ada dokumen dari perusahaan-perusahaan untuk ditranslate olehnya.

  "Dit, bro..."

Adit menoleh ke belakang. Tampak seorang laki-laki yang dari ujung kepala hingga ujung rambutnya berantakan. Di tangan kanannya ada luka jahitan bekas sabetan benda tajam. Armas Samowo namanya. Teman kost Adit yang satu ini punya masa lalu yang suram karena pernah ikut-ikutan perang waktu dia masih kecil. Luka jahitan di tangan kanannya adalah kenang-kenangan dan bukti bahwa dia benar-benar pernah ikut perang dulu. Itu juga menjadi bukti bahwa dia pernah membunuh 1 atau 2 orang pada saat itu.

Percayalah, meskipun tampangnya tidak meyakinkan. Armas adalah orang yang lumayan pintar tetapi luar biasa destruktif. Dia memiliki pekerjaan yang sama dengan Adit, yaitu menerjemahkan dokumen perusahaan. Jangan sepelekan mereka lho, mereka dibayar lumayan tinggi! 60 dollar amerika untuk setiap dokumen!

  "Gak ada kerjaan baru kan? Pinjem laptopnya dong" ucap Armas
  "Lah? Apa yang terjadi sama laptopmu?" tanya Adit
  "Lagi di servis... Kemaren gak sengaja nyebur ke kali"
  "Oh, oke. Nih, tapi jangan buka yang macem-macem"
  "Tau... Gua gak seperti anak-anak yang lain. Cuma mau liat apa temen jauh gua udah kirim e-mail yang gua minta apa belum"

Adit membiarkan Armas duduk dan mulai mengotak-atik laptop miliknya. Baru beberapa menit, tiba-tiba hidung Armas jadi kembang kempis. Dia kemudian mengendus-ngendus udara sekitarnya. Sepertinya naluri alaminya mau muncul.

  "Kenapa ngendus-ngendus? Kost ini gak perlu helder" ledek Adit
  "Ada aroma orang tawuran gak jauh dari sini" balas Armas. "OOOOH! Ada yang tawuran di situ toh! Tim! Ada yang tawuran! Ayo kita gabung!"

Tiba-tiba saja teman Armas keluar dari dalam kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamar kostnya Adit seperti seorang tentara yang sedang di medan perang.

Badannya sangat kekar dan tinggi seperti atlet binaraga. Tampangnya benar-benar heavy metal tetapi hatinya heavy rotation. Laki-laki ini bernama Tim Renata. Entah kenapa dia diberi nama itu tapi yang jelas, dia sedikit cacat mental. Hal ini terlihat dari kebiasaanya mengakhiri suatu kalimat dengan tambahan kalimat "....itu LAKI!!!". Tidak terlalu jauh dengan Armas, Tim juga destruktif (tapi dengan caranya sendiri).

  "Yes! Tawuran itu LAKI!!!" teriak Tim dengan penuh semangat
  "Woi, lain kali ketuk pintu dulu kek" komplain Adit

Armas berlari keluar. Tujuannya? Untuk mengikuti tawuran. Tidak lama kemudian Tim mengikuti Armas. Adit hanya diam melihat kedua teman kostnya yang aneh itu. Adit melihat-lihat kamarnya yang lebih rapi dibandingkan teman-teman kostnya.

  "Ah iya... Laptopku kebawa sama si Armas" ucap Adit sambil memukul jidatnya sendiri

  Mau tidak mau, demi laptop kesayangannya, Adit menyusul Armas dan Tim yang sudah duluan pergi. Bagaimana caranya Adit bisa melacak mereka berdua? Gampang, mereka berdua sangat destruktif dan selalu meninggalkan jejak.

Beberapa menit Adit mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan kedua teman kost anehnya itu, dia sampai di depan sebuah gang kecil.  Ada banyak preman tergeletak babak belur di tanah. Hanya 2 orang yang nekat berbuat seperti ini; Armas dan Tim.

Adit tidak mau disangka yang tidak-tidak, jadi dia menunggu di seberang jalan. Tetapi hati kecilnya berkata sebaliknya. Setelah mendengar hasutan dari hati kecilnya, Adit berlari masuk ke dalam gang kecil. Di dalam, siatuasi benar-benar kacau.

Banyak sekali preman-preman yang dihajar secara brutal oleh Tim dan Armas. Armas menendang, satu preman jatuh. Tim memukul, preman jatuh. Sesaat mereka berdua terlihat seperti tidak bisa dikalahkan.

Di tengah-tengah keributan, Adit mendengar ada orang yang mengetuk penutup tempat sampah di belakangnya yang terutup oleh sebuah besi. Adit menyingkirkan besi yang menutup tempat sampah itu. Kemudian seorang perempuan mengeluarkan kepalanya dari dalam tempat sampah itu. Dia kelihatan lega.

  "Huff, makasih. Kirain tadi aku bakalan mati kehabisan udara..."


 
  "Anu... Kenalan dong" kata Adit sambil menjulurkan tangannya

BRUAK!!!

Seorang preman terpental ke tumpukan kayu yang bersandar di tembok gang. Perempuan itu kaget dan bingung melihat apa yang sedang terjadi.

  "Ahem, nanti aja deh kenalannya. Sekarang kita keluar dari sini dulu" bisik Adit
  "BERANTEM ITU LAKI!!!!" teriak Tim

 Adit dan perempuan itu berlari keluar dari dalam gang menuju ke sebuah jalan raya yang tidak terlalu jauh. Tak lama kemudian Armas keluar dari dalam gang kecil bersama Tim. Pakaian mereka berdua kusut.

  "Sekali lagi, makasih ya. Oh iya, kenalin. Namaku Ratu Vienny Fitrilya. Panggil aja Viny"
  "Adit" balas Adit singkat
  "Dit! Sori Dit, laptop lu nih. Kebawa tadi. Kita berdua balik dulu ke kost. Sampai ketemu di sana" potong Armas yang menghampiri Adit

  Armas memberi Adit laptop yang secara tidak sengaja terbawa. Adit langsung mengambil laptop miliknya dan memeriksanya, beruntung tidak apa-apa. Tidak ada tanda lecet sedikitpun seolah-olah laptop miliknya tidak tersentuh sedikitpun. Armas dan Tim berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.

  "Eh, mereka berdua itu temanmu ya?" tanya Viny
  "Bisa dibilang begitu... Tampangnya mereka memang seperti orang jahat dan mesum tapi mereka gak begitu kok hahahaha" jawab Adit. "Tapi ngomong-ngomong, dari aksenmu kamu bukan dari sini ya Vinny?"
  "Bukan, aku bukan dari sini. Sebenarnya aku lagi cari tempat kost tapi malah dibawa sama preman-preman yang tadi"

Woh! Ternyata dia lagi mencari tempat kost. Entah kenapa Adit jadi bersemangat.

  "Sebenarnya ada satu tempat kost yang masih kosong. Aku juga tinggal di kost itu bareng temen-temenku yang tadi tapi... Yah... Itu.... Penghuni lainnya gak beres semua"
  "Gak apa-apa kok. Kan ada kak Adit"
  "Jangan panggil kakak dong" Adit menggaruk kepalanya. "Terkesan tua"
  "Terus mau dipanggil apa? Om? Kakek? Tante?"
  "Ah, ngaco kamu... Panggil Adit aja"

************

  Vinny memperhatikan kost yang luarnya luar biasa berantakan dan ribut. Sementara Adit hanya menggaruk kepala melihat kost yang ditinggalnya makin terkesan suram dan angker.


 Gambaran kasar dari kost yang dimaksud

  "Ah, sori... Satu-satunya kost yang kosong di daerah ini sekaran cuma yang ini doang" keluh Adit
  "Enggak apa-apa kok. Ini aja udah lebih dari cukup"

Beberapa laki-laki penghuni kost yang dipimpin oleh Yudi (salah satu penghuni kost) kebetulan berpapasan dengan mereka berdua. Mereka semua kaget melihat Vinny. Sekilas info tentang Yudi. Yudi dikenal sebagai mahasiswa yang selalu ditolak oleh wanita.

  "Dit, anak siapa tuh yang elu culik?" tanya Yudi
  "Perkenalkan, namaku Vinny. Mulai sekarang, aku akan tinggal juga di kost ini" balas Vinny
  "TINGGAL?!?!?!" balas para laki-laki kecuali Adit dengan kompak

Mereka semua tampak terkejut. Bagaimana tidak? Jika memang Vinny berniat tinggal, maka itu berarti Vinny akan menjadi SATU-SATUNYA perempuan di dalam kost ini.

  "Adit, makasih ya. Yang punya kost mana?"
  "Di rumah yang di ujung situ. Orangnya memang rada berantakan tapi dia baik" balas Adit

Entah kenapa, Adit tiba-tiba merasa tidak enak seolah-olah dia sedang diawasi oleh segerombolan serigala liar yang ingin menerkamnya secepat mungkin. Adit menatap ke teman-teman kostnya. Adit bisa merasakan aura membunuh keluar dari mereka.

  "Adit telah ketahuan berjalan dengan Vinny! Ini tidak bisa dimaafkan! Berdasarkan peraturan nomor 5, Adit dituntut hukuman mati! Ada yang keberatan?" ucap Yudi
  "Hukuman mati!!!" balas yang lain dengan kompak

Vinny malah jadi bingung sementara Adit menepuk kepalanya.

  "Mulai lagi" keluh Adit
  "Mereka kenapa?" tanya Vinny
  "Mereka kira kita berdua pacaran. Mereka itu orang-orang yang anti sama orang yang pacaran. Efek kebanyakan nonton film tuh. Tapi tenang aja, mereka gak berbahaya ke kamu kok"

Adit melihat teman-temannay lagi. Kali ini mereka memegang celurit. Keringat dingin mulai membasahi wajah Adit. Adit perlahan-lahan mundur.

  "Vin, aku.. anterin sampai di sini dulu... Aku pamit!"
  "Hukuman mati!!!"

Adit berlari secepat mungkin sementara Yudi dan teman-temannya mengikuti Adit. Bahkan Vinny pun merasa merinding melihat Yudi dan gerombolannya. Vinny kembali melihat kost yang berantakan, dia tahu ini akan menjadi pengalaman yang berkesan meskipun nantinya dia akan sedikit sulit bergaul dengan penghuninya.

Kisah ini... Baru saja dimulai!!!

Bersambung
**************

  Part selanjutnya, siapa sangka, diam-diam Adit menyukai Vinny. Namun sialnya, Adit bukanlah satu-satunya yang menyukai Vinny. Seisi kost juga demikian! Adit mulai mempersiapkan persiapan untuk "berperang" melawan seisi kost namun tidak semuanya sesuai rencana....

Tunggu kelanjutannya!

2 komentar:

  1. LAKI! Hahaha.
    Gue juga lg project fanfict baru ini. Tanpa meninggalkan For Stella, gue lgi proses bikin Dear Rona. Doakan!

    BalasHapus