Senin, 09 September 2013

The Revenge Part-6

  "The Revenge" adalah salah satu dari hasil karya Green Leaper AKA Leaper. Seperti biasa, entah apa yang memotivasi Leaper untuk menulis cerita ini.
 

  Part sebelumnya, Brain Suckers berhasil dibunuh meskipun korban ke-3 telah jatuh. Pada saat bersamaan, pasukan kegelapan dari dimensi lain bersiap-siap untuk melancarkan aksi mereka selanjutnya. Apa yang mereka incar?
 

  Happy Reading!


********
The Revenge
Part-6
Sasaran selanjutnya

  Berminggu-minggu telah berlalu semenjak Miyuki berhasil membunuh Brain Sucker. Solovoski, seorang Sniper dari timnya Haunter berhasil menyembunyikan fakta dari kasus Brain Sukcer. Ini dilakukan untuk mencegah kepanikan di masyarakat yang mulai gelisah dengan keberadaan pasukan kegelapan.

Komando tertinggi dari Black Operatives ingin menghilangkan jejak kasus-kasus tersebut karena mereka belum mempunyai bukti yang cukup kuat dan logis untuk menjelaskan keberadaan pasukan kegelapan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Komando tertinggi (Selanjutnya akan disingkat "HC") memutuskan untuk menghilangkan jejak dari siapapun yang berani menyelidiki kasus tersebut. Tentu saja, mereka menaruh operative yang proffessional untuk menghilangkan jejak.

  Sementara itu, di rumah Miyuki...

  Miyuki sedang mengurusi kuda yang baru saja dijadikan "teman". Entah mengapa mereka berdua seperti jadi sangat akrab. Kuda jantan berwarna coklat yang diketahui sudah mempunyai nama "Wereshadow" ini sudah seperti keluarga bagi Miyuki.

Zalinsky dan Livy sedang berdiri di samping rumah Miyuki. Miyuki sedang mengajak kuda tersebut jalan-jalan di sekitar rumahnya.

  "Hey Livy, kalau aku boleh tau... Kau lahir di mana?" tanya Zalinsky
  "Aku keturunan Indonesia tapi besar di Thailand karena urusan Klan" jawab Livy
  "Haaah, berarti Livy itu nama orang Indonesia ya?" Zalinsky menggaruk-garuk kepalanya
  "Kau sendiri?" tanya Livy sambil merapikan rambutnya
  "Yang ku tau, aku berasal dari Russia tapi entah bagaimana caranya aku bisa terdampar sampai di sini" jawab Zalinsky

Miyuki melintas dengan Wereshadow. Nama yang aneh untuk seekor kuda normal. Livy dan Zalinsky hanya diam memperhatikan Miyuki dan "teman" baru mereka berdua.

  "Hey Zalinsky, mau kuberi tau sesuatu?" bisik Livy
  "Kalau tentang demo warga terhadap kenaikan harga sembako, aku sama sekali tidak tertarik"
  "Miyuki terus-menerus menangis semenjak 2 minggu lalu. Dia selalu bersedih kenapa dia tidak bisa menghentikan Brain Sucker tersebut sebelum jatuh korban" bisik Livy
  "Yang benar?" tanya Zalinsky. Livy hanya mengangguk. "Tapi dia terlihat baik-baik saja"
  "Entah" Livy menatap Miyuki. "Apakah selama ini Miyuki baru pernah gagal?" tanya Livy
  "Kurasa yang bisa menjawab itu cuma Kakaknya saja" jawab Zalinsky
  "Dia menangis bukan karena gagal"

Livy dan Zalinsky menoleh ke samping kanan Livy. Haunter sudah ada di situ. Livy spontan bersembunyi di belakang Zalinsky. Kakinya bergetar.

  "A-Ampun! Saya tidak bermaksud apa-apa kok!" ucap Livy dengan ketakutan
  "Kopral!" sapa Zalinsky
  "Dia menangis karena dia teringat kejadian di pulau Kehidupan. Kejadian di mana dia tak berdaya tapi ingin menolong keluarganya" ucap Haunter
  "Kenapa... Kau memberi informasi itu?" tanya Livy
  "Kau sendiri pasti sudah tau kejadian itu kan?" jawab Haunter. "Kau gagal menganalisa kepribadian Rica" sambung Haunter sambil menatap Miyuki

Miyuki yang baru saja selesai membawa Wereshadow jalan-jalan terlihat sangat senang melihat Haunter. Miyuki melambaikan tangannya dan berjalan mendekati Haunter. Wereshadow mengikuti Miyuki.

  "Kakak! Ayo masuk dulu ke dalam rumahku Kak! Maaf berantakan. Nanti aku siapkan teh kesukaanya Kakak"
  "Tidak perlu repot-repot. Aku di sini hanya ingin menyampaikan sesuatu"
  "He?" Miyuki memiringkan kepalanya
  "Sebenarnya aku sedang melacak sesuatu pada hutan yang ada pada peta ini" Haunter memberi sebuah peta pada Miyuki.

Miyuki melihat peta tersebut. Dia tau lokasi hutan yang ditandai oleh Haunter.

  "Aku menduga ada sesuatu yang spesial yang diincar oleh pasukan kegelapan. Sebenarnya aku dan timku bisa saja memeriksanya sendiri tapi HC ngotot untuk kami bergerak ke tempat lain. Berhubung kau adalah orang yang bisa kupercaya... Maukah kau membantu ku?" tanya Haunter
  "Pasti Kak" Miyuki menoleh ke Livy dan Zalinsky. "Zalinsky, siapkan dirimu. Kita tidak punya waktu banyak jadi cepatlah! Livy... Terserah kau mau apa"
  "Siap laksanakan Sersan!" jawab Zalinsky
  "Baik... Mungkin aku hanya akan mengawasi dari belakang saja"
  "Terimakasih Rica" ucap Haunter
  "Apapun untuk Kakak" balas Miyuki

  Haunter berbalik pergi. Zalinsky berlari ke rumahnya yang tidak begitu jauh. Livy berubah menjadi sekumpulan kelalawar-kelalawar kecil dan menghilang. Livy takut dengan keberadaan Haunter.

  "Oh iya, Miyuki"
  "Iya Kakak?"
  "Setelah aku selesai dengan tugasku. Mungkin kita bisa minum teh" ucap Haunter sambil terus berjalan

Miyuki tersenyum. Selama ini Haunter selalu terlalu sibuk sehingga dia tidak bisa begitu menaruh perhatian pada setiap ajakan Miyuki. 

  "Iya Kakak!"


*********

  Beberapa menit kemudian pada hutan yang dimaksud...

  Miyuki dan Zalinsky sudah berada di dalam hutan. Kabut tipis menyelimuti hutan hari ini. Aura dingin dan keberadaan hutan yang sangat sepi membuat hutan terkesan angker. Ditambah lagi pohon-pohon yang tinggi. Livy mengawasi dari atas pepohonan secara diam dan tersembunyi.

  "Zalinsky, hutan ini bisa masuk kategori luas. Jangan berjalan terlalu jauh dariku ya. Aku tidak mau kau tersesat" ucap Miyuki
  "Ba-baik Sersan!" balas Zalinsky. "Aku bersumpah Sersan, Hutan ini punya mata"
  "Jangan percaya dengan begituan. Di sini tidak ada monster pohon dan sejenisnya kok"
  "Yang menjadi sumber kecemasanku itu Yeti" keluh Zalinsky

Livy menahan tawa mendengar ucapan Zalinsky. Semua orang tau bahwa Yeti bukan makhluk yang bisa ditemukan di dalam hutan panas. Kalau Bigfoot, mungkin saja.

  "Aku benar-benar tidak menyangka aku akan berteman dengan orang seperti Zalinsky" bisik Livy pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
  "Sersan!" bisik Zalinsky sambil menunjuk ke sebuah semak.

Miyuki melihat ke arah semak yang dimaksud Zalinsky. Ada seorang anak kecil yang memperhatikan mereka. Sepertinya anak kecil tersebut ketakutan. Miyuki mendekati anak itu. Karena memang sedikit gelap, maka Miyuki tak bisa melihat rupa anak itu.

  "Hey, keluarlah" ajak Miyuki dengan nada lembut. "Kami bukan orang jahat kok"

Anak itu akhirnya memberanikan diri untuk keluar. Rambutnya panjang juga. Pakaian yang dikenakanya sedikit kotor seperti baru habis dikejar-kejar hewan liar. Ekspresinya menunjukan ketakutan yang luar biasa.

  "Namaku Miyuki Rica, dan yang itu Zalinsky. Sebenarnya ada satu orang lagi, tapi entah dia dimana... Namanya Livy" sapa Miyuki. "Namamu siapa?"
  "Um... Alice" balas anak kecil itu
  "Oke... Alice ya? Salam kenal" balas Miyuki. "Alice ngapain sendirian di dalam hutan?"
  "Itu... Ada setan ngejar-ngejar. Aku gak tau mau sembunyi di mana lagi" jawab Alice
  "Lalu... Alice tinggal di mana?" tanya Miyuki
  "Tidak tau" Alice menggelengkan kepalanya

Tiba-tiba saja Livy terjatuh dari atas pohon. Panah menancap di belakang tangan dan kaki Livy. Tentu saja Livy tidak mati. Dia berdiri dan berlari dengan gaya menyeret kaki kirinya ke Miyuki. Alice memeluk Miyuki dengan ketakutan.

  "Mereka dat-"

Sebuah panah menembus leher Livy. Livy jatuh ke tanah. Dari kejauhan terlihat sesosok tengkorak manusia memegang sebuah busur panah yang terbuat tulang. Tengkorak tersebut memakai semacam seragam pemanah tempo dulu. Ada sebuah mata kadal yang tumbuh di testa dari prajurit tersebut.

  Beberapa prajurit tengkorak lain yang memakai pedang muncul dari belakang kabut tipis. Mereka semua sudah menghunus pedang mereka dan membuat suara-suara aneh. Zalinsky menyeret Livy mendekati Miyuki kemudian mengeluarkan pistol miliknya.

Sesosok prajurit tengkorak yang memakai 2 pedang maju. Baju perangnya yang terbuat dari baja terlihat cukup mengintimidasi. Dia menancapkan kedua pedangnya di tanah membentuk sebuah silang.

  "Aku adalah Letnan Narshk. Atas nama perintah Blackheart! Berikan anak itu atau terima konsekuensinya... Manusia" teriak makhluk itu
  "Jangan harap" balas Miyuki
  "Heh... Apakah kau Miyuki Rica?" tanya Narshk
  "Iya, akulah orangnya"
  "Aku! Aku! Aku! Namaku?" tanya Zalinsky
  "Kami tidak tertarik denganmu" jawab Narshk dengan nada kasar
  "Setidaknya tanya namaku atau apa kek" keluh Zalinsky

Miyuki bersiul. Wereshadow muncul entah darimana. Zalinky dibuat jantungan dengan kemunculan kuda aneh ini.

  "Zalinsky! Bawa Livy dan Alice ke tempat yang aman!" perintah Miyuki
  "Eh... Tapi..."
  "Itu perintah!"
  "Ba-Baik!" Zalinsky menampar Livy sekali. "Livy! Livy!"
  "S-sakit t-tau" keluh Livy yang baru sadarkan diri
  "Bertahan sebentar kenapa?!" balas Zalinsky
  "Zalinsky!"

Narshk mencabut kedua pedangnya dari tanah dan menunjuk ke arah Livy.

  "JANGAN BIARKAN DIA KABUR!" teriak Narshk

Seluruh prajurit kegelapan yang ada langsung mulai berlari ke arah Livy. Miyuki menghunus pedang warisan miliknya. Zalinsky, Livy dan Alice menaiki Wereshadow.

  "Sersan!"

Miyuki menoleh ke belakang.

  "Aku akan kembali untukmu! Aku janji!"

Miyuki menganggukan kepalanya. Sekelompok prajurit kegelapan yang merupakan tengkorak manusia sedang berlari mendekatinya. Miyuki menutup matanya sebentar. Dia menarik napas dalam-dalam.

  "Akan kubunuh mereka semua... Sama seperti bagaimana mereka mengambil segala sesuatu dariku"

gumam Miyuki dalam hati. Dia membuka matannya dan berlari menyerbu pasukan kegelapan dengan rasa dendam dan benci yang disimpannya sejak dia kecil.

Bersambung
************

  Tunggu kelanjutannya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar