Kamis, 10 April 2014

The Revenge Part-13

  "The Revenge" adalah salah satu dari hasil karya Green Leaper AKA Leaper. Seperti biasa, entah apa yang memotivasi Leaper untuk menulis cerita ini.

  Part sebelumnya

Happy Reading! 



************
The Revenge
Part-13
Kekalahan Pasukan Kegelapan!

  "Kakomi ; Funatsu!"

  Sebuah monster terbentuk dari tulisan. Monster-monster yang dibuat oleh Livy tidaklah berbentuk seperti tulisan. Tetapi mereka berisi seperti monster-monster yang dibuat oleh pasukan kegelapan. Inilah bakat dari klannya Livy.

Livy menunjuk pada Narshk. Monster-monster ciptaanya Livy maju untuk menyerang Narshk. Narshk mengayunkan pedangnya sekali. Sebuah gelombang angin keluar dari bilah pedangnya dan menebas monster-monster yang dibuat Livy.

Gelombang tersebut masih mengarah padaa Livy. Livy berguling ke kiri untuk menghindar. Livy mulai sedikit merasa lelah sementara Narhsk sama sekali tidak lelah.

  "Aku akui... Aku terkesan dengan berapa banyak makhluk yang sudah kau panggil. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang kuat... Kau membuatku merasa bosan" ejek Narshk

Livy kembali menulis di bukunya.

  "Ini buruk... Kalau begini terus, aku akan kelelahan. Narshk sebagai undead tentu saja tidak akan merasa lelah. Apapun yang terjadi, Aku harus mengakhiri ini secepat mungkin" pikir Livy

Livy mengambil pisau yang diselipkannya di sepatunya. Dia menggores telapak tangan kirinya tangannya sedikit dengan pisau tersebut. Narshk hanya diam mengamati. Livy menjilat sedikit dari darahnya sendiri lalu mengepalkan tangannya sehingga darah menempel di jari-jarinya.

Livy menulis menggunakan darah yang tertempel pada jari-jarinya. Setelah selesai. Livy mengepalkan tangannya lagi.

  "Shi... Ta... Kel...." bisik Livy sambil memejamkan matanya. "Keluarlah!"

Tulisan yang dibuat Livy dengan darah bercahaya kemudian 3 monster muncul secara tiba-tiba di depan Livy. Narshk tidak melihat adanya sesuatu yang mengagumkan.

  "Kau ini... Sebenarnya kau berniat untuk melawanku atau tidak?" tanya Narshk
  "Narshk. Biar kuperkenalkan kau pada 3 makhluk terkuat milikku" balas Livy. "Shi, Ta dan Kel"

  Shi, adalah sosok monster yang wujudnya seperti gabungan manusia-komodo. Senjata utama monster ini adalah tombak dan pedang panjang.

Ta, adalah sosok monster berwujud manusia-ikan yang memiliki kaki. Senjata utama monster ini adalah 2 pedang pendek.

Kel, adalah sosok monster berwujud Elang-Kelalawar-Manusia. Senjata utamanya adalah panah dan tombak yang bisa dipanjangkan sesuai keinginan dari pengendali monster.

  "Biar kutebak, kau mulai kelelahan" ucap Narshk

  Shi, Ta dan Kel maju untuk menyerang Narshk. Shi memutari Narshk dari belakang. Ta menyerang secara frontal sementara Kel terbang ke udara.

Ta menyerang Narshk dengan kedua pedang pendeknya tetapi ditangkis oleh Narshk dengan gampang. Kel melepaskan sebuah panah. Narshk melompat ke belakang. Di saat itulah Shi menyerang dengan pedang miliknya.

Narshk sedikit terlambat untuk menghindar. Pedang milik Shi berhasil menggores sedikit dari tulang belakang Narshk.

  "Heh, tak buruk...."

Narshk menghilang dalam sekejap. Livy terkejut.

  "Menghilang?!"

BRAK!

  Narshk rupanya muncul di belakang Livy kemudian menendang Livy. Livy terlempar ke arah tembok Kel menangkap Livy sebelum kepala Livy terbentur ke arah tembok.

  "Ketika mengendalikan makhlukmu... Kau tidak bisa banyak bergerak karena kau memerlukan segala tenagamu terfokus untuk mengendalikan mereka kan?" tanya Narshk
  "Cih... Dia tau rahasianya" keluh Livy
  "Kalau begitu, bersiaplah!"

Narshk kembali menghilang lalu muncul di samping Livy. Sebelum siapapun bisa merespon, Narshk mengayunkan pedangnya ke leher Livy. Beruntung Livy sedikit cepat, jika tidak maka lehernya sudah pasti putus.


************

  Di sebuah tempat tersembunyi di dimensi lain...

  4 lich sedang duduk mengurumuni sebuah meja bundar. Ada 20 lilin yang diletakan di atas kepala manusia yang termutilasi sedang menerangi ruangan yang benar-benar gelap. Beberapa dari lilin tersebut nyalanya mulai redup.

Salah satu lich yang memakai jubah merah  mengetuk tongkatnya ke tanah beberapa kali untuk menarik perhatian teman-temannya yang memakai jubah hijau, biru, dan ungu.

  "Aku pikir sudah waktunya" ucap lich jubah merah dengan tenang

Banyak sekali bayangan muncul di sekeliling ruangan. Bayangan-bayangan tersebut adalah perwakilan wujud dari para komando tertinggi pasukan kegelapan.

  "Hmmm? Seluruh komando dari divisi pertama tidak ada" komplain lich jubah biru
  "Bukankah mereka dikirimkan ke Bumi?" tanya lich jubah ungu
  "Benar, dilihat dari redupnya cahaya lilin yang mewakili Blackheart, sepertinya divisi 1 sedang berada dalam masalah besar" jawab lich jubah hijau
  "Tuan ArchLich sudah mengetahui situasi dari divisi pertama..." sambung lich jubah merah
  "Cukup bicaranya, langsung saja ke inti permasalahan. Kenapa kalian berempat memanggil kami?" tanya salah satu bayangan

Suasana menjadi sedikit hening.

  "Tuan ArchLich ingin alian semua untuk mengawasi seorang manusia dari Bumi. Namanya Miyuki Rica. Saat ini kami tidak memiliki banyak informasi sampai salah satu komando tertinggi dari divisi pertama  muncul dan melapor" kata lich jubah merah

Bayangan dari Blackheart tiba-tiba muncul di dalam ruangan.

  "Maaf, aku terlambat" ucap bayangan Blackheart
  "Bagaimana situasimu?" tanya lich jubah biru
  "Sangat buruk. Kami sedang berada pada posisi tidak menguntungkan. Aku benar-benar tidak menyangka manusia di Bumi lebih tangguh daripada yang kukira. Sumber masalah utamanya adalah Miyuki Rica"

Seisi ruangan menatap satu sama lain.

  "Aku peringatkan pada kalian, dia memiliki pedang keramat legendaris warisan ayahnya. Dia bahkan bisa berubah menjadi setengah undead. Kemampuannya tidak bisa diremehkan. Jika kalian melihat kesempatan untuk membunuhnya, maka gunakan kesempatan itu" lapor bayangan Blackheart
  "Hm? Bukankah jumlah pasukanmu lebih dari cukup untuk menangani satu manusia?" tanya bayangan monster laba-laba
  "Ya... Tetapi ada masalah lain. Saingan dari Tuan ArchLich datang ke Bumi untuk menghentikanku. Kalian tau betapa membosankannya pertarungan antara sesama undead" sambung bayangan Blackheart
  "Saingan? Siapa?" tanya lich jubah merah

Bayangan Blackheart menundukan kepalanya sebentar seolah-olah dia mencoba mengingat kembali.

  "Reah... Bawahannya ada di Bumi" jawab bayangan Blackheart
  "Cih... Terkutuklah wanita penyihir itu" geram lich jubah biru
  "Blackheart, untuk sekarang... Kau lakukan apa yang kau bisa" perintah lich jubah merah

**************

   Pada saat bersamaan di Bumi, dekat gerbang dimensional. Blackheart sedang berdiri. Dia menangguk. Dia sudah menerima perintah.

  "Dimengerti" balas Blackheart

Korg mendarat di sebelah Blackheart. Blackheart tidak begitu memperdulikan Korg.

  "Kalah telak ya?" tanya Korg
  "Ya" jawab Blackheart
  "Lalu apa yang harus kita lakukan?"
  "Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan. Korg! Lihat apa yang bisa kau lakukan! Jika muncul kesempatan untuk membunuh Miyuki Rica, maka jangan sia-siakan kesempatan itu!"
  "Dengan senang hati"

Korg kembali terbang ke udara. Kadang-kadang bunga memasuki lubang matanya sehingga dia harus menggelengkan kepalanya agar lubang matanya bersih.

  "Itu kenapa aku sangat benci bunga" keluh Korg

************

  Kembali pada Livy. Livy sudah benar-benar kehabisan tenaga. Narshk sama sekali tidak merasakan apapun karena Narshk pada dasarnya sudah mati.

Banyak sekali senjata berserakan di atas tanah.

  "Aku kagum, ternyata selain memanggil monster, kau juga bisa membuat senjata hanya dengan menulisnya saja di kertas dan memakainya layaknya senjata biasa" puji Narshk. "Tapi..."

Narshk menghilang lalu muncul di depan Livy. Sebelum Livy bisa bereaksi, Narshk menendang wajahnya. Livy terlempar ke belakang. Narshk menginjak bukunya Livy yang sudah dipenuhi tulisan.

  "Tanpa bukumu, kau bukan apa-apa" kata Narshk. "Matilah dengan tenang Livy!"

Narhsk melempar pedangnya ke arah Livy. Livy terlalu lemas untuk bergerak. Pedang milik Narshk menancap tepat di perut Livy. Livy memuntahkan darah.

  "Hm... Sayang sekali seluruh klanmu harus punah" ucap Narshk
  "Tehehehe, aku tidak segampang itu dikalahkan" Livy tertawa

  Livy perlahan-lahan "meleleh" ke tanah. Narshk menjadi bingung. Apakah ini bakat tersembunyinya Livy lagi?

  "Kakomi ; Ghoastsu krei no funatsu" teriak Livy

Narshk melihat ke belakang. Livy sudah ada di belakang. Tidak ada bekas luka di perutnya. Tulisan-tulisan dari bukunya Livy keluar dan berubah menjadi tali yang mengikat Narshk. Sekarang Narshk tidak bisa bergerak ditambah lagi satu-satunya senjatanya hanyalah pedang miliknya yang tadi sudah dilempar.

  "APA?!" Narshk kebingungan

Shi, Ta, dan Kel keluar dari bawah tanah lalu mengepung Narshk. Livy tersenyum.

  "Aku tidak hanya bisa memanggil monster dan membuat senjata hanya dari tulisan-tulisan di buku itu saja. Aku juga bisa membuat tiruan diriku secara sempurna" ucap Livy dengan bangga
  "Kau bahkan tidak berada di dekat bukumu, bagaimana caranya kau..." Narshk benar-benar bingung
  "Tidak peduli berapa jauh jarak buku atau kertas dariku, selama aku sudah menulis mantra di dalamnya... Maka itu akan tetap menjadi senjataku" jawab Livy. "Shi, Kel, Ta, habisi dia!"

Ketiga monster buatan Livy tersebut menyerang Narshk habis-habisan. Narshk hancur lebur. Sisa-sisa tulang belulangnya berubah jadi debu kemudian terbakar lalu menghilang tanpa jejak. Hanya senjatanya saja yang tersisa.

Shi, Kel, dan Ta menghilang. Livy berjalan mengambil bukunya kemudian merapikan rambutnya.

  "Haaah, rambutku jadi berantakan" keluhnya. "Kira-kira bagaimana dengan lainnya ya?"

Tiba-tiba segerombolan robot berlari melewati Livy. Mereka semua menuju ke arah Hlik. Melihat semua robot-robot yang sedang bergerak. Livy tersenyum.

  "Zalinsky, Alice... Kalian berhasil" pikir Livy. "Aku harus membantu Rica juga"

Saat Livy akan terbang, dia merasa sakit. Luka dari pertempuran melawan Narshk masih meninggalkan rasa sakit. Livy mengambil pena dan mulai menulis.

  "Kakomi ; Aves Katomi!"

Tulisan yang baru saja ditulisnya melompat keluar dan masuk ke tanah di depannya. Sesosok kelalawar raksasa keluar dari dalam tanah. Livy menaiki kelalawar raksasa itu kemudian terbang menuju ke arah Hlik.

***********

  Pada saat bersamaan, Miyuki sedang mencoba mencabut segel kegelapan di leher Hlik tetapi banyak sekali brain suckers muncul dari dalam tulang-belulang Hlik. Saking banyaknya, Miyuki bahkan tak punya kesempatan untuk mendekati leher Hlik.

Miyuki mulai kewelahan. Sementara itu, Korg masih melayang di udara. Dia masih menunggu saat yang tepat untuk menghabisi Miyuki hanya dengan satu kali tikam.

Entah kenapa, Miyuki tiba-tiba berubah jadi manusia lagi. Dia langsung kehilangan keseimbangan. Di saat itulah Korg melesat dengan cepat ke arah Miyuki.

  Korg memposisikan tangannya dalam posisi menyilang. Dia siap untuk memotong Miyuki menjadi 2 bagian. Saat dia semakin dekat, Korg tertawa.

  "Matilah lagi kau Miyuki!"

Miyuki menebas 1 brain sucker dengan pedang miliknya lalu melihat ke arah Korg. Miyuki mencabut pistol dengan tangan kirinya lalu menembaki Korg tetapi Korg bisa menghindar.

BRAK!!

Kelalawar raksasa yang dikendalikan Livy menabrak Korg sekeras mungkin. Korg terlempar ke tanah tapi dengan cepat Korg kembali terbang ke udara.

  "Begitu ya... Jadi Narshk telah gugur" keluh Korg
  "Livy" teriak Miyuki dengan senang
  "Jangan sampai mati ya Miyuki" balas Livy
  "Heh, aku sudah berniat untuk menyelesaikan mereka semua dengan kekuatan asliku bukan dengan kekuatan lain. HEAH!" Miyuki menendang satu brain sucker yang mendekat

Korg menggelengkan kepalanya. Livy menjulurkan kedua tangannya ke arah Korg. Ribuan kelalawar datang dan mengerumuni Korg.

Pada saat bersamaan, pasukan robot yang berhasil diaktifkan kembali oleh Zalinsky dan Alice datang membantu Miyuki. Dengan adanya para robot, jumlah brain suckers yang menyerang Miyuki menjadi berkurang sedikit.

  "Bagus! Berkurang sedikit saja sudah lebih dari cukup bagiku" gumam Miyuki

Miyuki membasmi setiap brain suckers yang mendekatinya sampai akhirnya dia tiba di leher Hlik. Miyuki langsung mencabut segel-segel kegelapan yang ada. Hlik, langsung rubuh ke tanah. Miyuki diselamatkan oleh salah satu kelalawar raksasa yang dikendalikan Livy.

  "Livy?"
  "Tenang saja, selanjutnya kita ke mana?" tanya Livy
  "Tunggu, bagaimana dengan..."
  "Di situ" Livy menunjuk ke arah Korg.

Korg sedang dikeroyok habis-habisan oleh para robot dan kelalawar. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya sibuk jika dia tidak mati.... Lagi.

  Melihat Hlik sudah dikalahkan. Pasukan kegelapan, walaupun mereka adalah undead yang tak memiliki rasa takut... Tiba-tiba mereka semua bisa merasa takut. Perlahan-lahan mereka melangkah mundur.

  "SEMUANYA! MUNDUR! MUNDUR! MUNDUR!" teriak salah satu perwira pasukan kegelapan

Barisan pasukan kegelapan menjadi kocar kacir. Pasukan gabungan manusia dan undead milik Zarg mulai maju kembali ke barisan depan.Pada saat bersamaan, seluruh pasukan kegelapan berlari kembali ke arah gerbang dimensional.

Ada beberapa pasukan kegelapan yang bertahan di barisan, mereka mencoba untuk mengulur waktu sebanyak mungkin. Teknologi pasukan gabungan manusia dengan gampang dapat menghancurkan setiap barisan yang menghadang.

Gerbang dimensional pun hancur setelah beberapa pesawat militer datang dan melepaskan beberapa bom berdaya ledak tinggi. Seluruh pasukan kegelapan semakin panik, mereka benar-benar kacau. Sebagian besar mulai berlari tak menentu arah.

Blackheart seharusnya mati terkena ledakan bom tapi dia masih berdiri tanpa terluka sedikitpun. Sebuah aura berwarna hitam mengelilinginya. Dia menghunus pedangnya. Seluruh pasukannya benar-benar kacau. Mereka bahkan tidak bisa merespon perintah dari Blackheart sendiri dan berlari tanpa arah yang pasti.

  "Memang tidak bisa diingkari lagi" bisiknya pada dirinya sendiri

Beberapa saat kemudian, Miyuki Rica melompat dari udara. Sebelum dia mendarat di tanah, kakinya berubah menjadi setengah undead. Tepat ketika mendarat di tanah, kakinya berubah jadi normal lagi. Miyuki menatap Blackheart.

  "Argh! Masalah demi masalah! Apa lagi sekarang?!" Blackheart menepuk kepalanya. "Tapi... Kau sudah tumbuh lebih besar dari waktu pertama kali bertemu"
  "Blackheart, kita masih punya masalah yang belum diselesaikan!"
  "Ya... Aku kagum kau masih dendam padaku. Apa sekarang kau akan membalaskan dendam yang sudah kau pendam itu?" tanya Blackheart
  "Pada dasarnya sih, iya.. Tetapi sudah aku putuskan, sudah menjadi tugasku untuk menghentikanmu sekarang!" jawab Miyuki

Miyuki berlari ke arah Blackheart. Miyuki mengambil pistol yang disembunyikannya lalu menembak Blackheart. Blackheart tidak bergerak sedikitpun, semacam aura hitam menyelimuti Blackheart. Peluru-peluru yang tadi pun meleleh begitu menyentuh aura hitam milik Blackheart.

  "Hah! Ayo maju!" ucap Blackheart


Bersambung
*************

  Part selanjutnya, pertarungan terakhir antara Miyuki Rica dan Blackheart pun terjadi. Tetapi, ada sesuatu yang terjadi pada Miyuki Rica...

Tunggu kelanjutannya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar