Sabtu, 01 Juni 2013

[Parodi] Supir Delman

  Halo Sobat Readers!

  Setelah membuat parodi film Resident Evil, kali ini Leaper merasa tertarik mencoba membuat parodi film lain lagi. Hitung-hitung sambil mencoba mencari film Resident Evil 5. Parodi kali ini tidak ada keterlibatan JKT48 seperti di parodi Resident Vevil.

  Supir Delman adalah parodi dari film Spiderman (Gyehaha, maksa) yang terinspirasi dari film Spiderman dan poster-poster film lucu yang bertebaran di internet.

Selamat membaca, semoga Terhibur!


*****
Supir Delman


  Suatu hari yang biasa-biasa saja di Jakarta. Hiduplah seorang laki-laki jomblo yang biasa-biasa juga hidupnya. Dia adalah seorang kusir dan penggemar berat Spiderman. Namanya adalah... Edin.

Edin tinggal di sebuah rumah sederhana. Dia tinggal bersama 2 teman seperjuanganya yang bernama Aceng dan Darmun. Suatu hari, Darmun mengajak Edin pergi ke kampusnya. Berhubung Edin tidak bertugas mengantarkan pizza hari ini, maka Edin setuju mengantar temanya itu ke kampus.

Mereka berdua akhirnya sampai juga di sebuah kampus. Kebetulan sedang ada pameran.

Darmun : Din, masuk ke dalam yok! Gue mau tunjukin lu betapa kerenya kampus gue!

Edin : Males gue bray. Takut bentar gue diusir sama sekuriti.

Darmun : Udah enggak apa-apa, ada gue kok.

Edin : Iye bentar. *Melempar jangkar ke tanah*

Darmun : Ngapain lu bawa jangkar?!

Edin : Rahasia gue.

 Mereka berdua masuk ke dalam kampus. Edin dan Darmun menjelajahi sebuah lab. Di sana dipamerkan berbagai jenis hewan dan alat-alat lab. Di situlah, Edin melihat pujaan hatinya yaitu Meri Jane atau yang akan kita kenal sebagai MJ.

Narrator #1 : Meri Jane? Marry Jane maksudnya?

Narrator #2 : Ini parodi, jadi jangan betulkan typo yang ada.

Darmun : Din, pujaan hati lu tuh.

Edin : Hah, gue males ketemuan sama dia.

Darmun : Parah lu... kalo suka ya... bilang aja ke doi.

Edin : Gue lagi males. *Pergi keluar ruangan*

Darmun hanya menggelengkan kepalanya. MJ datang mendekati Darmun yang sibuk memperhatikan laba-laba yang ada di dalam kandang.

MJ : Hey mun!

Darmun : Eh, MJ.

MJ : Si Edin mana?

Darmun : Pergi keluar. Tau darimana kalo dia ada?

MJ : Gue cuma ngikutin naskah aja.

Darmun : Pffft... Parah

MJ : Eh, laba-labanya keren ya?

Darmun : Yoi... Tapi katanya di dalam kandang ini seharusnya ada 11 ekor. Kok cuma 10?

 Sementara itu Edin sedang duduk di delman miliknya sambil makan bakso. Kadang-kadang dia berpikir kalau buaya adalah cabang militer dari cicak.. Kadang-kadang dia berpikir juga kalau zebra adalah kuda yang kabur dari penjara. Terkadang dia berbicara dengan kuda delman miliknya yang diberi nama Nomon.

Edin : Mon, gue pengen banget mutusin pacar tapi masalahnya gue belum punya pacar. Lu ada saran enggak?

Nomon : Gua cuma kuda delman Om. Tanyakan pada pihak yang berwenang.

(Catatan, kalimat yang digaris bawahi dan bercetak miring diterjemahkan dari bahasa kuda ke bahasa manusia)

Ketika sementara menikmati pemandangan kampus (yang sebagian besar dihuni oleh mahasiswi dan mahasiswa). Tanpa disadari Edin (dan kuda delman), seekor laba-laba menyelinap di belakang Edin. Dengan sekali lompat, laba-laba itu langsung ada di tangan Edin. Tanpa berpikir panjang (karena bayaranya enggak cukup), laba-laba itu menggigit tangan Edin.

Edin : KAMPRET! *melempar laba-laba ke Nomon*

Nomon : *Tidak sengaja menginjak laba-laba itu sampai penyet*

Narrator #1 : Oy! Laba-laba itu salah satu kru parodi! Dia yang bertanggung jawab atas lampu!

Narrator #2 : Santai, dia itu kuat. Percaya sama gue.

Edin melihat tanganya yang digigit laba-laba tadi. Sedikit biru tapi dia merasa baik-baik saja. Tiba-tiba Darmun datang.

Darmun : Eh, pulang yuk. Gue dikatain jelek sama MJ.

Edin : Ahahahahahahahahaha!

Darmun : Malah diketawain. Jalan sono!

Edin : Ahaha, sori.

Mereka berdua kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Edin merasa capek tanpa alasan yang jelas. Dia masuk ke dalam kamarnya lalu berbaring di tempat tidur. Ketika dia iseng-iseng menirukan gaya wiro sableng spiderman, sebuah jaring laba-laba keluar dari tanganya.

Kagum dengan kekuatan barunya, dia mencoba memanjat dinding. Ternyata sesuai dugaanya! Dia tidak menjadi Rambo atau Gatot Kaca... Tapi dia menjadi mirip dengan Spiderman. Lagi asik-asiknya dia bergelantungan di langit-langit, dia mendengar suara langkah kaki mendekati pintu. Edin langsung turun ke tempat tidurnya dan pura-pura tidur. Aceng dan Darmun membuka pintu dan langsung masuk sambil membawa sapu.

Aceng : Din, lu gak apa-apa kan bray?

Edin : *Pura-pura ngantuk* Hngg? Lu berdua ngapain? Gangguin orang tidur aja.

Darmun : Kita denger suara berisik. Jadi kita kira ada maling masuk.

Edin : Bego lu mun. Mana ada yang mau ngerampok kita bertiga? Memangnya kita punya sesuatu yang bagus untuk dirampok? Tampang kita aja udah di bawah standar...

Darmun : Oh iya ya... Ya udah lu tidur sono.

Edin menarik kasur dan pura-pura tidur sementara Darmun dan Aceng berjalan ke pintu.

Aceng : Eh, gua denger ada turnamen bela diri! Hadiahnya uang... banyak banget.

Darmun : Masa?

Aceng : Iye, pertandinganya bakal diselenggarakan minggu depan di dekat perempatan yang gak jauh dari sini.

Edin : Hm... *Melompat dari kasur langsung turun ke bawah*

Darmun : Woy! Lu mau ke mana?

Edin : Gue baru inget ada urusan pribadi!

  Edin naik ke delman miliknya lalu pergi ke sebuah lorong kecil. Lorong itu sangat sepi. Tidak ada orang lain selain para narrator dan kru parodi yang hanya duduk di belakang para cameraman. Memang ada beberapa kru parodi yang sibuk menyingkirkan properti parodi Resident Vevil seperti sapu runcing dan beberapa zombie yang masih bertebaran di lokasi syuting.

Edin iseng-iseng memanjat dinding seperti cicak. Ternyata bisa. Dia mencoba untuk mengeluarkan jaring laba-laba. Dia mencoba bermacam-macam pose jari dan tangan sambil berteriak bermacam-macam kata seperti "Lompat!", "Keluar!", "Bakso!", "LP Cipinang!", "Ngacir!" sampai akhirnya dia menguasai cara untuk mengeluarkan jaring laba-laba dan mengetahui cara untuk berayun-ayun.

Edin berpikir, masih ada waktu 1 minggu untuk dia membuat kostum Spiderman. Dengan giat dan secara rahasia dia membuat kostum itu. Hasilnya? Bayangkan saja kostum Spiderman tapi bermotif batik campur kotak-kotak. Berhubung Edin tau bela diri. Dia mendaftarkan dirinya untuk ikut turnamen itu.

  Akhirnya, tiba hari yang ditunggu. Dia datang dengan Aceng di depan tempat turnamen. Dia dengan percaya diri melangkah masuk sementara Aceng hanya menunggu di Delman.

Beberapa jam berlalu...

Narrator #2 : Oke! Di tim merah, ada seorang juara bertahan! Yang bisa mengalahkan dia bakal dapat tanda tangan gratis dari saya dan uang tunai! Hanya tersisa 1 penantang! Mari kita sambut...

Narrator #1 : Nama lu siapa?

Edin : Gak baca naskah ya?

Narrator #1 : Heh, gue dan partner gue tau tapi di naskah kita harus tanya. Inisial lu untuk pertandingan ini siapa tadi? Kita lupa?

Edin : Erhm... Spiderman!

Narrator #1 : Spiderman? Gak cocok sama muka lu...

Narrator #2 : Mari kita sambut! SUPIR DELMAN!

Edin : A-APA?!

Edin didorong masuk ke dalam arena. Ketika bel dibunyikan, sang juara bertahan mulai menyerang. Edin yang sudah mempunyai kekuatan super dengan gampang mengalahkan dia. Akhirnya, Edin diberi hadiah.

Dengan perasaan senang dia kembali berjalan ke Delman miliknya. Tapi alangkah terkejut ketika dia tau bahwa Aceng tewas tertembak ketika menghadang perampok.

Narrator #2 : Bukanya dia kepleset waktu lari ke kamar mandi tadi?

Narrator #1 :Heh, itu gue!

Edin : TIDAAAK! Gue akan mencari siapa yang telah membunuh dia!!!!

  Beberapa bulan berlalu semenjak kejadian tragis itu. Edin sekarang sudah menjadi mahasiswa menggunakan uang yang dia dapat dari turnamen. Dia sekarang juga bekerja sebagai fotografer. Tapi dia tetap menjadi kusir di Delman miliknya.

Dia mendengar kabar bahwa ada sebuah prototipe peralatan tempur yang sedang menteror penduduk kota. Kebetulan juga dia juga mendapat petunjuk bahwa prototipe itulah yang membunuh temanya. Dengan marah, dia mencari-cari prototipe itu tapi yang malah ditemukanya adalah zombie yang bisa terbang dan punya kekuatan supernatural.

Edin : Lho?! Kok malah yang ginian?!

Narrator #1 : Ya... Ehm, itu... anu... dia membunuh tokoh antagonis dari cerita ini...

Edin : Tapi di film Spiderman mana ada zombie?!

Narrator #2 : Dia asalnya dari parodi Resident Vevil, kita lupa menyingkirkan dia... Berhubung dia udah membunuh tokoh antagonis jadi kita rekrut dia jadi pemeran tokoh antagonis aja.

Zombie : Hah! Diam lu semua! Gua akan membunuh Supir Delman itu!

Zombie itu langsung mulai menyerang Edin. Terjadi pertarungan sengit yang sama sekali tak masuk akal untuk penggemar film Rambo dan Rocky.

Edin meninju, Zombie tersakiti. Edin menendang, Zombie tersakiti. Edin kepleset pelepah pisang, kru parodi disalahkan. Zombie ngacir, seluruh kru malah sibuk nonton layar tancap.

Setelah melalui  pertarungan yang benar-benar di luar naskah. Edin akhirnya behasil melemahkan zombie itu (sambil ngos-ngosan). Dia mendekati zombie itu.

Edin : Apakah benar, elu yang membunuh teman gue?

Zombie : Iye, gua orang... Maksud gua... Gua pelakunya!

Edin : Kurang ajar!

Zombie : Edin... I am your father!

Narrator #1 : Plesetan star wars gak cocok sama parodi ini

Edin : Adanya zombie di parodi ini aja udah membuat segalanya melenceng.

Tiba-tiba zombie itu menyerang. Edin menghindari serangan zombie itu. Zombie itu tidak sengaja tersandung papan catur milik Narrator #2. Zombie itu pun jatuh dan tidak sengaja tertikam sapu runcing yang sementara dibawa oleh salah satu kru parodi.

Edin : .................

Suasana menjadi hening. Edin sukses membunuh pembunuh temanya. Walaupun sebenarnya dia merasa bahwa kejadian ini benar-benar aneh dan zombie itu mati karena kepleset bukan karena tewas di tanganya.

Beberapa hari kemudian, Edin duduk di Delman miliknya. Sambil merenung.

Edin : Walaupun gue bunuh pembunuh teman gue... Gue tetap gak bisa balikin dia ke dunia ini. Sebenarnya gGue harap dia enggak kembali ke dunia sebagai zombie. Tapi beneran mon. Gak ada untungnya apa yang sudah gue lakuin.

Nomon : Ya elah, zombienya kan mati karena kepleset bukan karena lu bunuh Om.

Edin : Oh iya ya...

Sementara itu, di suatu tempat...

??? : Ahahahaha! Akhirnya! Ciptaanku telah selesai! Dengan kekuatan mereka dan kemampuan yang di atas manusia! Kita akan menguasai dunia! AHAHAHAHAHAHA!!!

Edin (dari belakang kamera) : *menepuk jidat* Gawat.... Bakal ada sekuel....

The End (?)
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar