Jumat, 23 Agustus 2013

Zano & Kawanan : Comblangin Dong Part-2

  "Zano & Kawanan : Comblangin Dong" adalah salah satu episode dari cerita "Zano & Kawanan" buatan Green Leaper.

Part sebelumnya, Andi sedang jatuh cinta. Setelah Andi mengetahui bahwa Zano rupanya sudah kenal dengan Yuria sejak dulu, Andi semakin bersemangat untuk meminta tolong kepada Zano untuk membantu Andi supaya lebih dekat dengan Yuria.

Part ini, Zano akan menceritakan tentang masa lalunya dengan Yuria dan Shiori.

Apa yang akan terjadi? Happy Reading!




**********
Zano & Kawanan
Comblangin Dong
Part-2


  Gue sama adiknya Andi sedang duduk di pos ronda. Hari udah malem dan Sesil belum pulang juga. Gue udah coba telepon tapi nomornya lagi sibuk. Gue males sendirian jadi gue lebih suka duduk di pos ronda. Udara malam ini lumayan adem.


Adiknya Andi... Yang sampe sekarang gue gak percaya kalau dia punya nama asli "Rini" tau kalau gue ini orang paling bego dalam memasak. Jadi dia sering mampir ke rumah gue (atau nyariin gue kalau gue gak ada di rumah) untuk bantu gue memasak.

  "Kang"
  "Hmm?"
  "Anu... Ceritain tentang Yuria-san sama Shiori-chan dong"
  "Okelah, gue ceritain" Gue diem sebentar. "Tapi... Bakalan lebih bagus kalau Andi ada di sini"
  "Tidak" Stella menggelengkan kepala. "Nanti Eneng ceritain apa yang perlu Kak Andi ketahui"
  "Ya okelah. Terserah lu dah Neng"

*********

  Kembali lagi waktu Zano masih kecil. Mungkin tidak begitu kecil mengingat Zano sudah mandiri. Intinya, ini terjadi pada awal masuk SMP. Zano dan teman-teman masa SMPnya menjalani aktivitas di SMP seperti biasa sampai bel pulang.
Seluruh siswa berjalan pulang dengan gembira. Stella, dulu memang satu SMP dengan Zano namun dia berbeda kelas.

  "Kang!" sapa Stella
  "Iya?"
  "Hari ini papa lagi buat acara gak jauh dari sini. Ayo kita ke sana bareng-bareng" ajak Stella
  "Ah, Akang harus menjemput Sesil dulu" balas Zano
  "Gak apa-apa, Stella ikut"
  "Jangan, Eneng duluan aja. Entar sakit"
  "Tapi..."
  "Gue janji, gue pasti dateng kok. Oke?"
  "Ya... Okelah. Tapi Akang tau tempatnya kan?" tanya Stella
  "Yoi. Kalaupun gue nyasar, gue pasti nemu jalan balik kok"
  Memang hari ini bapak dari Stella dan Andi sedang membuat acara. Stella sebenarnya pada waktu sedang sakit juga. Zano khawaktir jika nanti terjadi apa-apa sehingga dia menyuruh Stella untuk pulang duluan.

Seperti biasanya, Zano menjemput adiknya di sebuah SD terdekat. Zano kebetulan berpikir, melewati rute biasa akan memakan waktu terlalu lama sehingga dia lewat jalan pintas. Yaitu sebuah areal persawahan yang hanya ramai di pagi hari. Ketika sementara berjalan, tiba-tiba terdengar tangisan anak kecil.

Zano memeriksa sekelilingnya, tidak ada orang tetapi suara tangisan masih bisa di dengar. Dengan indra penciumanya yang tidak tajam, Zano memutuskan untuk menyelidiki sumber suara tersebut.

  Setelah beberapa menit melakukan pencarian (yang sia-sia), Zano menemukan seorang perempuan (anak kecil lebih tepatnya) yang bertampang ala Jepang, berambut panjang sedang duduk menangis di bawah pohon.

  "Hey" sapa Zano

Anak kecil tersebut berhenti menangis dan menatap Zano. Dia kebingungan. Zano mendekati anak kecil itu.

  "Ada apa kok nangis?" tanya Zano. "Orang baru ya? Berkali-kali gue lewat sini tapi belum pernah melihat lu"

Perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya sambil menunjukan ekspresi kebingungan. Melihat tampangnya yang kebingungan dan bukan berciri khas Indonesia , Zano sudah mengerti 2 hal.

Pertama, anak kecil ini tidak terkena kolera dan kedua, anak kecil ini bukan dari Indonesia dan tidak bisa bicara bahasa Indonesia.

  "Zano" Zano menunjuk dirinya sambil mengulurkan tangan kepada anak kecil itu.
  "Shiori" balas anak itu. "M-mohon ker-kerja samanya"
  "Eh?! Bisa ngomong bahasa Indonesia?!" keluh Zano
  "S-s-sed... Se.."
  "Sedikit?" sambung Zano
  "Iya"

  Beberapa menit mereka mencoba berkomunikasi. Ketika sementara mencoba membuat sebuah percakapan yang nyambung, tiba-tiba saja Sesil datang memeluk Zano.

  "Kakak!"
  "Sesil? Kenapa kamu pulang sendirian?!" tanya Zano
  "Sesil takut Kakak kenapa-napa" jawab Sesil. "Lho? Kakak yang itu siapa?"
  "Ah, dia Shiori" jawab Zano.
  "Oh, Salam kenal Kak Shiori!"

Berkat ada Sesil, bisa terjadi sebuah percakapan yang nyambung. Entah kenapa hal itu bisa terjadi. Apakah mungkin sesama cewek bisa lebih mengerti?

Intinya, Zano mengetahui bahwa Shiori rupanya baru datang ke Indonesia dan sempat terpisah dari Kakaknya. Zano kemudian membuat sebuah keputusan.

  Zano meminta Sesil untuk mengantarkan pesan ke Andi dan Stella. Pesanya berupa permintaan maaf karena dia akan sedikit telat untuk datang karena ada sedikit urusan. Zano meminta Sesil untuk tidak berbicara apa-apa tentang Shiori. Zano tidak mau merepotkan Andi dan Stella serta keluarga mereka.

Zano kemudian membawa Shiori keliling kota. Berhubung Shiori itu pendek, Zano menggendongnya. Setelah 1 jam berjalan, mereka berdua secara tidak sengaja bertemu dengan keluarganya Shiori yang sedang melintas dengan mobil. Terjadi reuni keluarga (yang tidak melibatkan Zano tentunya) di sini. Di sinilah, Zano juga berkenalan dengan Yuria.

*******

  "Oooh, berarti selama ini Akang membohongi Eneng waktu itu?" keluh Stella
  "Yah... Maaf. Gue gak mau ngerepotin lu aja" jawab gue
  "Iiih..." adiknya Andi ini malah ngambek. "Jahat"
  "Ngambek? Oke, kalau gitu gue gak mau cerita" balas gue
  "Ah, jangan! Masih penasaran!"
  "Ya okelah... Gue lanjutin"

********

  Keesokan harinya, Zano masih menjalani hari-harinya seperti biasa. Hanya ada sedikit kejutan untuk Zano ketika dia menjemput Sesil di SD. Ternyata Shiori satu sekolah dengan Sesil. Meskipun tidak satu kelas tapi Sesil dan Shiori adalah teman baik.

Sama dengan Zano. Yuria juga sering menjemput Shiori. Oleh karena itu mereka berempat sering bertemu dan semakin akrab seiring berjalanya waktu. Memang Zano dan Sesil lebih akrab dengan Andi dan Stella ketimbang Yuria dan Shiori.

Saking akrabnya, Shiori sendiri menganggap Zano sebagai Kakak kandung sementara Sesil menganggap Yuria sebagai Kakak kandung juga. Sayangnya ketika saat mau masuk SMA... Pasukan VUDO menyerang Yuria, Shiori dan keluarganya pindah ke Jepang.

*********

  "Begitulah ceritanya, The End" kata gue sambil menepuk tangan seperti anjing laut. "Ada pertanyaan?"
  "Perasaan Akang ke Yuria gimana?"
  "Ya, biasa aja kok" jawab gue
  "Lalu... Bagaimana perasaan Akang ke Eneng?"

  Gue gak tau apa maksudnya adiknya Andi. Sebelum gue bertanya apa maksudnya, tiba-tiba HP gue berdering. Gue merogoh saku gue. Ternyata Sesil telepon!

  "Hey Ses!" sapa gue
  "Kakak! Maaf dari tadi diteleponin tapi gak diangkat. Sibuk banget soalnya Kak. Habis syuting sempat ditemui beberapa fans" balas Sesil
  "Cieee yang udah punya fans. Terus sekarang Sesil ada di mana?"
  "Lagi dalam perjalanan pulang Kak. Udah hampir sampai kok di Kampung"
  "Ya udah, Kakak jemput ya! Daaa!"

Gue terlalu bersemangat sampe-sampe gue mutusin sambungan telepon. Uarhg! Kampreto!  Tapi gak apa-apa. Yang penting sekarang gue harus jemput Sesil.

  "Kang! Mau ke mana?" tanya Stella
  "Jemput Sesil" jawab gue
  "Ah, ikut!"

Bersambung
***********

  Part selanjutnya, Andi mempersiapkan diri untuk menemui Yuria dengan bantuan Zano. Apa saja kekonyolan yang mungkin terjadi dengan otak Zano yang konyol dan Andi yang gugup?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar